watch sexy videos at nza-vids!
/.

KOLEKSI BOKEP LENGKAP,BOKEP INDO,BARAT,ASIAN,JEPANG,CERITA SEX,PHOTO BUGIL.
PERHATIAN.!!!
DILARANG COLY DI DEPAN UMUM

Cara Download

Reny tetangga ku

Minggu sore hampir pukul empat. Setelah
menonton CD porno sejak pagi penisku tak mau
diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera
disarungkan ke vagina. Masalahnya, rumah
sedang kosong melompong. Istriku pulang
kampung sejak kemarin sampai dua hari
mendatang, karena ada kerabat punya hajat
menikahkan anaknya. Anak tunggalku ikut ibunya.
Aku mencoba menenangkan diri dengan mandi,
lalu berbaring di ranjang. Tetapi penisku tetap tak
berkurang ereksinya. Malah sekarang terasa
berdenyut-denyut bagian pucuknya. "Wah gawat
gawat nih. Nggak ada sasaran lagi. Salahku sendiri
nonton CD porno seharian", gumamku.
Aku bangkit dari tiduran menuju ruang tengah.
Mengambil segelas air es lalu menghidupkan tape
deck. Lumayan, tegangan agak mereda. Tetapi
ketika ada video klip musik barat agak seronok,
penisku kembali berdenyut-denyut. Nah,
belingsatan sendiri jadinya. Sempat terpikir untuk
jajan saja. Tapi cepat kuurungkan. Takut kena
penyakit kelamin. Salah-salah bisa ketularan HIV
yang belum ada obatnya sampai sekarang.
Kuingat-ingat kapan terakhir kali barangku terpakai
untuk menyetubuhi istriku. Ya, tiga hari lalu.
Pantas kini adik kecilku uring-uringan tak karuan.
Soalnya dua hari sekali harus nancap. "Sekarang
minta jatah..". Sambil terus berusaha
menenangkan diri, aku duduk-duduk di teras
depan membaca surat kabar pagi yang belum
tersentuh.
Tiba-tiba pintu pagar berbunyi dibuka orang.
Refleks aku mengalihkan pandangan ke arah suara.
Renny anak tetangga mendekat. "Selamat sore
Om. Tante ada?" "Sore.. Ooo Tantemu pulang
kampung sampai lusa. Ada apa?" "Wah gimana
ya.." "Silakan duduk dulu. Baru ngomong ada
keperluan apa", kataku ramah."tiny ABG berusia
sekitar lima belas tahun itu menurut. Dia duduk di
kursi kosong sebelahku. "Nah, ada perlu apa
dengan Tantemu? Mungkin Om bisa bantu",
tuturku sambil menelusuri badan gadis yang mulai
mekar itu. "Anu Om, Tante janji mau minjemi
majalah terbaru.." "Majalah apa sich?", tanyaku.
Mataku tak lepas dari dadanya yang tampak mulai
menonjol. Wah, sudah sebesar bola tenis nih."Apa
saja. Pokoknya yang terbaru"."Oke silakan masuk
dan pilih sendiri". Kuletakkan surat kabar dan
masuk ruang dalam. Dia agak ragu-ragu
mengikuti. Di ruang tengah aku berhenti. "Cari
sendiri di rak bawah televisi itu", kataku, kemudian
membanting pantat di sofa. Renny segera jongkok
di depan televisi membongkar-bongkar tumpukan
majalah di situ. Pikiranku mulai usil. Kulihati
dengan leluasa tubuhnya dari belakang. Bentuknya
sangat bagus untuk ABG seusianya. Pinggulnya
padat berisi. Bra-nya membayang di baju
kaosnya. Kulitnya putih bersih. Ah betapa asyiknya
kalau saja bisa menikmati tubuh yang mulai
berkembang itu. "Nggak ada Om. Ini lama
semua", katanya menyentak lamunan nakalku.
"Ngg.. mungkin ada di kamar Tantemu. Cari saja
di sana" Selama ini aku tak begitu memperhatikan
anak itu meski sering main ke rumahku. Tetapi
sekarang, ketika penisku uring-uringan tiba-tiba
baru kusadari anak tetanggaku itu ibarat buah
mangga telah mulai mengkal. Mataku mengikuti
Renny yang tanpa sungkan-sungkan masuk ke
kamar tidurku. Setan berbisik di telingaku, "inilah
kesempatan bagi penismu agar berhenti
berdenyut-denyut. Tapi dia masih kecil dan anak
tetanggaku sendiri? Persetan dengan itu semua,
yang penting birahimu terlampiaskan".
Akhirnya aku bangkit menyusul Renny. Di dalam
kamar kulihat anak itu berjongkok membongkar
majalah di sudut. Pintu kututup dan kukunci pelan-
pelan. "Sudah ketemu Ren?" tanyaku."Belum Om",
jawabnya tanpa menoleh. "Mau lihat CD bagus
nggak?" "CD apa Om?" "Filmnya bagus kok. Ayo
duduk di sini." Gadis itu tanpa curiga segera berdiri
dan duduk pinggir ranjang. Aku memasukkan CD
ke VCD dan menghidupkan televisi kamar. "Film
apa sih Om?" "Lihat saja. Pokoknya bagus", kataku
sambil duduk di sampingnya. Dia tetap tenang-
tenang tak menaruh curiga. "Ihh..", jeritnya begitu
melihat intro berisi potongan-potongan adegan
orang bersetubuh. "Bagus kan?" "Ini kan film
porno Om?!" "Iya. Kamu suka kan?" Dia terus ber-
ih.. ih ketika adegan syur berlangsung, tetapi tak
berusaha memalingkan pandangannya. Memasuki
adegan kedua aku tak tahan lagi. Aku memeluk
gadis itu dari belakang. "Kamu ingin begituan
nggak?", bisikku di telinganya. "Jangan Om",
katanya tapi tak berusaha mengurai tanganku
yang melingkari lehernya. Kucium sekilas
tengkuknya. Dia menggelinjang. "Mau nggak
gituan sama Om? Kamu belum pernah kan? Enak
lo.." "Tapi.. tapi.. ah jangan Om." Dia menggeliat
berusaha lepas dari belitanku. Namun aku tak
peduli. Tanganku segera meremas dadanya. Dia
melenguh dan hendak memberontak. "Tenang..
tenang.. Nggak sakit kok. Om sudah
pengalaman.." Tangan kananku menyibak roknya
dan menelusupi pangkal pahanya. Saat jari-jariku
mulai bermain di sekitar vaginanya, dia
mengerang. Tampak birahinya sudah terangsang.
Pelan-pelan badannya kurebahkan di ranjang tetapi
kakinya tetap menjuntai. Mulutku tak sabar lagi
segera mencercah pangkal pahanya yang masih
dibalut celana warna hitam. "Ohh.. ahh.. jangan
Om", erangnya sambil berusaha merapatkan
kedua kakinya. Tetapi aku tak peduli. Malah celana
dalamnya kemudian kupelorotkan dan kulepas.
Aku terpana melihat pemandangan itu. Pangkal
kenikmatan itu begitu mungil, berwarna merah di
tengah, dan dihiasi bulu-bulu lembut di atasnya.
Klitorisnya juga mungil. Tak menunggu lebih lama
lagi, bibirku segera menyerbu vaginanya. Kuhisap-
hisap dan lidahku mengaduk-aduk liangnya yang
sempit. Wah masih perawan dia. Renny terus
menggelinjang sambil melenguh dan mengerang
keenakan. Bahkan kemudian kakinya menjepit
kepalaku, seolah-olah meminta dikerjai lebih dalam
dan lebih keras lagi.
Oke Non. Maka lidahku pun makin dalam
menggerayangi dinding vaginanya yang mulai
basah. Lima menit lebih barang kenikmatan milik
ABG itu kuhajar dengan mulutku. Kuhitung paling
tidak dia dua kali orgasme. Lalu aku merangkak
naik. Kaosnya kulepas pelan-pelan. Menyusul
kemudian BH hitamnya berukuran 32. Setelah
kuremas-remas buah dadanya yang masih keras
itu beberapa saat, ganti mulutku bekerja. Menjilat,
memilin, dan mencium putingnya yang kecil.
"Ahh.." keluh gadis itu. Tangannya meremas-
remas rambutku menahan kenikmatan tiada tara
yang mungkin baru sekarang dia rasakan. "Enak
kan beginian?" tanyaku sambil menatap wajahnya.
"Iii.. iya Om. Tapi.." "Kamu pengin lebih enak lagi?"
Tanpa menunggu jawabannya aku segera
mengatur posisi badannya. Kedua kakinya
kuangkat ke ranjang. Kini dia tampak telentang
pasrah. Penisku pun sudah tak sabar lagi
mendarat di sasaran. Namun aku harus hati-hati.
Dia masih perawan sehingga harus sabar agar
tidak kesakitan. Mulutku kembali bermain-main di
vaginanya. Setelah kebasahannya kuanggap
cukup, penisku yang telah tegak kutempelkan ke
bibir vaginanya. Beberapa saat kugesek-gesekkan
sampai Renny makin terangsang. Kemudian
kucoba masuk perlahan-lahan ke celah yang
masih sempit itu. Sedikit demi sedikit kumaju-
mundurkan sehingga makin melesak ke dalam.
Butuh waktu lima menit lebih agar kepala penisku
masuk seluruhnya. Nah istirahat sebentar karena
dia tampak menahan nyeri.
"Kalau sakit bilang ya", kataku sambil mencium
bibirnya sekilas. Dia mengerang. Kurang sedikit
lagi aku akan menjebol perawannya. Genjotan
kutingkatkan meski tetap kuusahakan pelan dan
lembut. Nah ada kemajuan. Leher penisku mulai
masuk. "Auw.. sakit Om.." Renny menjerit
tertahan. Aku berhenti sejenak menunggu liang
vaginanya terbiasa menerima penisku yang
berukuran sedang. Satu menit kemudian aku maju
lagi. Begitu seterusnya. Selangkah demi selangkah
aku maju. Sampai akhirnya.. "Ouu..", dia menjerit
lagi. Aku merasa penisku menembus sesuatu.
Wah aku telah memerawani dia. Kulihat ada
sepercik darah membasahi sprei.
Aku meremas-remas payudaranya dan menciumi
bibirnya untuk menenangkan. Setelah agak tenang
aku mulai menggenjot anak itu. "Ahh.. ohh..
asshh..", dia mengerang dan melenguh ketika aku
mulai turun naik di atas tubuhnya. Genjotan
kutingkatkan dan erangannya pun makin keras.
Mendengar itu aku makin bernafsu menyetubuhi
gadis itu. Berkali-kali dia orgasme. Tandanya
adalah ketika kakinya dijepitkan ke pinggangku dan
mulutnya menggigit lengan atau pundakku.
"Nggak sakit lagi kan? Sekarang terasa enak kan?"
"Ouu enak sekali Om.." Sebenarnya aku ingin
mempraktekkan berbagai posisi senggama. Tapi
kupikir untuk kali pertama tak perlu macam-
macam dulu. Terpenting dia mulai bisa menikmati.
Lain kali kan itu masih bisa dilakukan.
Sekitar satu jam aku menggoyang tubuhnya
habis-habisan sebelum spermaku muncrat
membasahi perut dan payudaranya. Betapa
nikmatnya menyetubuhi perawan. Sungguh-
sungguh beruntung aku ini. "Gimana? Betul enak
seperti kata Om kan?" tanyaku sambil memeluk
tubuhnya yang lunglai setelah sama-sama
mencapai klimaks. "Tapi takut Om.." "Nggak usah
takut. Takut apa sih?" "Hamil" Aku ketawa. "Kan
sperma Om nyemprot di luar vaginamu. Nggak
mungkin hamil dong" Kuelus-elus rambutnya dan
kuciumi wajahnya. Aku tersenyum puas bisa
meredakan adik kecilku. "Kalau pengin enak lagi
bilang Om ya? Nanti kita belajar berbagai gaya
lewat CD". "Kalau ketahuan Tante gimana?" "Ya
jangan sampai ketahuan dong" Beberapa saat
kemudian birahiku bangkit lagi. Kali ini Renny
kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak
menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar
masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya.
Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga.

Terima kasih sudah mampir disini, jangan lupa untuk balik lagi ya....
Koleksi Foto bugil terlengkap, Foto bugil Tante Girang, Foto Bugil Pelajar, Foto Bugil Jilbab, Gambar Memek, Video XXX, Cerita Sex, Foto Bugil Terbaru, Foto Bugil 2014, Video Bokep Indo, Jepang, Barat, Video Streaming

Cooltext1363165660
Di Dukung oleh
Tusfiles-logo
U-
ON
xoxHits.com
- free counter service
TOP RANK
All right Reserved
Created By :
[ EZROD - ANDIKA ]
Powered by : SEXTGEM
© 2014 - 2020